Cerita Sepiku ditengah Keramaian

Sakit hati akan cinta itu biasa, kecewa dengan orang lain juga hal yang lumrah, namun aku tidak mengerti dengan keadaan yang ada. Aku tidak paham dengan diriku yang dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan.


Aku sakit, sakit hati dengan diriku, dengan keputusan dan pilihan yang ku ambil, andai saja dulu aku tidak mengambil kesempatan itu, mungkin aku lebih berwarna dan peduli terhadap diriku. Andai saja waktu itu aku berpikir dan bernalar ke depan seperti apa, bukan hanya terikat pada kesalahan yang pernah ku lakukan.


Diriku lelah, namun aku tetap ingin berjuang dengan dalih tanggung jawab sosial dan hal lainnya yang berkaitan. Selalu terlintas dalam pikiranku, hal-hal asumsi liar yang hampir saja tertanam dan menjadi bagian yang ku percayai fakta adanya


"Enak ya dia, berdiri tegak dengan segerombolan orang yang peduli juga dengannya, sedangkan aku hanya berada di segerombolan orang yang hanya peduli dengan diri masing-masing."


Namun faktanya, dibalik asumsi liar itu, aku yakin pasti adanya konflik yang berkecamuk lebih besar dari yang aku hadapi.


Ditambah aku pun mengerti pasti ada satu momen segerombolan orang ini memiliki kepedulian terhadapku, namun hanya sesaat, lagi-lagi mikirin dirinya saja. (spekulasi)


"Ngapain si mikirin dia, dia emang panutan kita, tapi apa emang dia bakal jadi penunjang hidup kita dalam setiap momen? Kan engga, dia juga pasti bodo amat terhadap hal tersebut. Lagi pula yang dia peduliin cuma komoditas masyarakatnya aja kok, aku juga masuk kesini karna nasab orang tua dan benefit yang nantinya akan didapatkan."


Wkwk, poinnya berbeda tapi sakit dan konfliknya hampir sama.


Terkadang aku hanya ingin menyudahi semua, segalanya yang memang berkaitan dengan memikirkan orang lain.tapi aku sadar, ini bukan kesalahan orang lain. Ini kesalahan diriku yang kurang dalam mengukur dan menganalisa terkait hal-hal apa saja dalam bertindak.


lagi-lagi bicara soal keputusan dan pilihan, 


huft... lagi-lagi aku yang lelah ini dipaksa untuk tidak mengeluh dan bersandar kepada siapapun dalam setiap komoditas, karna akan berdampak besar terhadap jalannya kehidupan nanti.

Komentar

Postingan Populer