Purnama Setengah Tiang

 Pada remang menyapa gelita

Pada gulatan asap monoksida

Pada hiruk-pikuk atmosfer wadah di sebuah kota


Di antara gulatan gelombang kehidupan

Di antara kesibukan individu berlalu lalangan

Di antara penyambutan perubahan-perubahan


Terlintas seruan bung Tomo

"Merdeka - atau - Mati"


Sedangkan di pinggir jalan, 

masih terlihat -tertunduk duduk seorang pemuda kehilangan daya

Sedangkan di teras wadah, 

masih terlihat -terbujur tubuh kurus dengan rona mengharap iba


Mungkin inikah yang menggerakkan sang purnama dan bintang

Hingga terpaku setengah tiang

Karena menanda seakan sebagai keprihatinan

Karena merana seakan kegelisahan

Komentar

Postingan Populer