Opinimu adalah Artinya
"Mampus kau dikoyak-koyak sepi" ucap Si Bintang Jalang dalam salah satu puisinya yang juga aku amini. Sayangnya, sepi adalah tenang, nan berisik juga riuh diatas kepala. Sepi itu bukan peluru yang *melesat dan melesetnya* dapat terdeteksi. Sepi itu kehancuran yang dialami secara tenang, juga keindahan.
Jika farid fakhruddin seorang jurnalis gundar menganalogikan informasi sebagai peluru, maka aku anggap sepi sebagai pisau. Ia tajam: menusuk -memotong -membelah.
Aku ingin menjadi sepi yang indah; membantu untuk membuat suatu masakan yang dimakan oleh mereka, hadirnya seperti hujan di mimpi -teduh, sejuk, jujur dan tanpa bersandiwara. Namun sepi yang ku dapatkan adalah sepi yang bergemuruh riah dengan segala tujuannya di tengah hiruk pikuk panasnya kota Jakarta. Seperti pisau yang digunakan untuk merenggut, tapi tak tahu apa yang direnggut.
Sepi yang akhirnya, bukan mereka tapi aku yang membunuh karakterku.
Keren sekali opini nya mengandung refleksi realitas hari ini
BalasHapus