Pelukis Langit dan Bumi
ini bukan bicara tentang raden saleh dan basoeki abdullah dengan mahakaryanya taksiran dari kuas² yang luar biasa
ini bukan bicara tentang chairil anwar dan sapardi damono dengan lisan² yang meramu semesta
Tuhan... dulu waktu sekolah, aku adalah salah satu murid yang lantang akan kalimat "Tuhan Adil atau Tidak?" ketika ushuluddin dan ushul fiqih berkumandang diantara para mualim
Tuhan... dulu waktu sekolah, aku orang yang menanyakan taksiran-Mu karena begitu transaksional "banyak dosa=neraka ; banyak pahala=surga, perbanyaklah pahala biar ke depannya enak ditemani bidadari surga" tidak ada keikhlasan diri mereka dalam menghambakan dirinya
aku bukan Rabiatul Adawiyah. yang seumur hidupnya, dihabiskan cintanya kepada-Mu dan Kekasih-Mu dengan cara platonik
Aku bukan juga Maulana Rumi yang dengan cintanya kepada-Mu, membantah semua tuduhan² aneh dengan mengajarkan aliran sufi
Tapi, Tuhan... jika Kekasih-Mu dan Panutan Umat Sepanjang Massa pun ridho asal tidak ada kemurkaan dari-Mu ketika dilempari oleh penduduk thoif, maka aku, seburuk-buruknya hamba, sejelek-jeleknya makhluk, yang terkadang dalam ibadahku masih mengharap surga-Mu. Ridho ditempatkan dimana Engkau berkenan menempatkanku
Komentar
Posting Komentar